Kalau para ahli fiqh menentukan bahwa suatu kewajiban ada yang terbatas dari segi waktu, demi kemuliaan si pelaku atau karena kesitimewaan tempatnya. Maka suatu kewajiban yang agung yang harus dilakukan ummat pada zaman ini adalah terhadap Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam, masjids suci ketiga dalam ajaran Islam serta tempat isra’nya Rasulullah salallahu alaihi wasallam.
Ada sembilan kewajiban yang harus diemban umat Islam saat ini, dimana pun mereka berada, yaitu :
1. Memproklamirkan jihad untuk membebaskan Al-Aqsha dan melindunginya dari para pengganggunya. Hal ini sudah disepakati oleh seluruh fuqoha’ (ahli fiqh) Islam. Mereka telah menetapkan, bahwa barang siapa yang menjajah sejengkal tanah dari kaum muslimin, maka hukumnya menjadi fardhhu ain bagi seluruh umat Islam untuk membebaskannya. Seorang perempuan boleh keluar tanpa izin dari suaminya, seorang budak boleh pergi tanpa izin dari majikanya, seorang anak boleh berangkat tanpa izin orang tuanya. Kalaupun Al-Aqsha telah lama dijajah, tetapi kewajiban ini belum lepas dari pundak setiap muslim. Mereka wajib membebaskanya sebelum dihancurkan oleh yahudi dan digantinya dengan Haikal Sinagog buatan mereka.
2. Mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa demi mejaga Al-aqsha dari kehancuran. Ini suatu keharusan, karena sesuatu yang diambil dengan darah maka harus dikembalikan dengan darah. Karena sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai adalah mengalirnya setetes darah dalam jihad fi sabilillah. Dalam salah satu riawayt diterangkan, Allah sangat kagum bahkan tertawa ketika melihat seseorang menceburkan dirinya dalam medan perang. Sementara teman-temanya pada mundur, kemudian ia terbunuh oleh musuh.
3. Memberikan hartanya untuk modal Jihad Fi Sabilillah di Palestina, di antaranya untuk melindungi Masjid Al-Mubarak. Dana ini diperlukan untuk melakukan renovasi, memeliharanya dari kerusakan, menggaji para pegawainya dan memberikan santunan bagi orang yang sukarela memelihara Al-Aqsha. memberikan bantuan bagi para keluarga yang bekerja di Al-Aqsha. Di samping itu, dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan propaganda dan informasi bagi masyarakat umum.
4. Menyisihkan waktu untuk sesekali mengunjungi Al-Aqsha bagi yang tinggal dekat dengannya. Sebagaimana sabda Nabi salallah alaihi wasallam, “setiap mayit terhenti amal ibadahnya kecuali orang yang berjuang di jalan Allah”
5. Memanjatkan doa dengan segenap ketundukan dan pengharapan untuk perlindungan Al Aqsha dan mengajak kaum muslimin yang ada di barat dan timur untuk menjaga dan melindungi Al-Aqsha dari setiap penodaan. “Doa adalah senjata orang mukmin.”
6. Mejadikan Tema Al Qasha sebagai tema sentral umat Islam, dalam setiap kesempatan dan tempat; dalam seminar, kajian, ceramah, tabligh akbar, khutbah Jum’at dan lainnya dengan menjelaskan urgensinya, keutamaanya. Hingga al-Aqsha menjadi topic pembicaraan di setiap majelis, dijelaskan di setiap mimbar.
7. Menggunakan sarana jabatan, kedudukan public dan ketokohan untuk melindungi al-Aqsha, dengan melakukan lobi-lobi terhadap sentral pengambilan kebijakan agar memihak pada pembebasan Al Aqsha. Sampai Al Aqsha tersenyum kembali.
8. Menulis tentang al-Aqsha bagi yang biasa berdakwah lewat tulisan dengan menjelaskan sejarahnya, tempat-tempat bersejarah, kewajiban membelanya. Memaparkan kewajiban umat terhadap al-Aqsha, menyerbarkan tulisan tersebut agar al-Aqsha menjadi pembicaraan di tingkat dunia. Al-Aqsha adalah warisan dunia, tidak boleh diganggu gugat apalagi dihancurkan. Dan agar para pemikir di seluruh dunia yang masih memiliki hati nurani melakukan pembelaan terhadap al-Aqsha dan menjaga kehormatannya.
9. Berziarah ke Masjidil Aqsha, sebagaimana sabda Rasulallah sallallah alaihi wasalam, “Tidak disyariatkan bepergian kecuali bagi tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid al-Aqsha.” Tentunya mempertimbangkan sisi pemasukan devisa untuk rakyat Palestina bukan justru menguntungkan Israil.
Dengan melakukan salah satu dari kesembilan kewajiban tadi, sumat Islam punya alasan di depan Allah swt ketika ditanya tentang pertanggung jawaban mereka terhadap al-Aqsha. Tanpa melakukan apapun dari kesembilan tadi, maka tidak ada alasan yang dapat diterima di sisis-Nya. Ia tidak akan dihiraukan oleh Allah swt. Semoga Allah menolong kita semua. Allahu a’lam (Infopalestin).
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Januari 2011
Kamis, 13 Januari 2011
Ciri-Ciri Pemimpin
Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, 'Seven Habits of Highly
EffectivePeople', dalam bukunya yang lain 'Principle Centered Leadership',
menggambarkan delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip, sebagai berikut :
* Terus belajar
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang
tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang
sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga
membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti
pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan
ketrampilan dan minat baru.
* Berorientasi pada pelayanan
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir.
Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan
melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan
untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban Orang
lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual,
pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
* Memancarkan energi positif
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan
dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan
mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi
orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai
juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif
menjadi positif.
* Mempercayai orang lain
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain
mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara
Berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat
saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
* Hidup seimbang
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak
sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat
diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai
diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik,
tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada
diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal
yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
* melihat hidup sebagai sebuah petualangan
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu
sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka
datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak,
inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada
prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi
hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan
yang berkelimpahan.
* Sinergistik
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan.
Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih
baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif.
Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang
memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana
masing-masing pihak hanya memberi dan menerima
sedikit.
* Berlatih untuk memperbarui diri
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian
manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri
secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan
keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
Sekarang.. yakinkah anda sudah dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri
sebelum memimpin orang lain..? Semoga resep di atas dapat pula selalu
mengingatkan kita, memperbaharui pola pikir yang positif..
Ciri-Ciri Pemimpin Yang Berkesan
KEBERKESANAN PEMIMPIN
KEBERKESANAN sesebuah pasukan bergantung kepada sejauh manakah berkesannya ketua melaksanakan tugas dan peranan kepimpinan mereka. Seorang ketua yang berkesan ialah seorang yang peribadinya mencakup segala sifat-sifat kepimpinan yang perlu. Sifat-sifat semulajadi seseorang mungkin boleh membantu memperkembang bakat kepimpinannya, tetapi hanya terbatas pada sesuatu peringkat yang tertentu sahaja. Untuk menyempurnakan watak kepimpinan, haruslah ada potensi-potensi lain dari segi fikiran, ruhaniah, jasmani, keorganisasian, akhlak dan peribadi.
Kebersihan jiwa dan ruhani
Seorang ketua harus senantiasa menyelidik dan memeriksa segala keaiban dan kelemahannya sendiri lalu memper-baikinya. Dia mesti senantiasa merasakan betapa berat amanah yang dipikulnya tetapi berkeyakinan mesti mampu melak-sanakannya.
Kebersihan jiwa dan ruhani diperolehi dengan keikhlasan tujuan bagi segala perbuatan semata-mata untuk Allah; melakukan hanya amalan-amalan yang suci dan baik pada pandangan agama; senantiasa mengingat Allah, memikirkan tentang mati, tentang kubur dan tentang syurga dan neraka; memperbaiki ibadah; mem-banyakkan amalan-amalan sunnah dan tidak meninggalkan sembahyang-sembahyang malam atau qiyamul lail, misalnya tahajjud.
Kuat dan sihat tubuh badan
Orang yang lemah tentulah tidak cerdas dan cergas dalam melaksanakan tugas yang mencabar. Oleh yang demikian, seorang ketua tidak boleh sekali-kali mengabaikan keadaan kesihatannya. Lagi pun, orang mukmin yang gagah adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.
Memiliki keupayaan mental dan fikiran
Keadaan dunia hari ini yang semakin rencam dengan berbagai ragam idea, ideologi dan kebudayaan memerlukan pemimpin membangunkan keupayaan mental dan fikirannya bagi memboleh-kannya menghadapi sebarang kemungkinan dan cabaran. Akalnya perlu diperkembang-kan dengan bahan-bahan yang berbagai rupa supaya menjadi lebih subur, matang dan mantap. Untuk ini seorang ketua mesti banyak membaca dan bahan-bahan bacaannya harus meluas. Pemimpin yang tidak mengikuti perkembangan dan peristiwa kehidupan dan politik saban hari, tidak akan dapat memikul segala tanggungjawab dan tidak dapat memimpin pasukannya dengan pimpinan yang sedar lagi bijaksana.
CIRI-CIRI KHAS KEPIMPINAN
Selain dari membangunkan sifat-sifat peribadi di atas, mereka yang memainkan peranan sebagai ketua perlu juga memiliki ciri-ciri yang berikut:
Mengenal jemaahnya
Selain daripada tekun melaksanakan kegiatan-kegiatannya, ketua harus juga memerhatikan tindak-tanduknya itu dengan teliti dan jujur. Dia juga harus tahu berkenaan situasi-situasi fikiran dan organisasinya. Dia harus mengenali pendapat-pendapat para anggotanya dan memahami masalah-masalah mereka.
Mengenali jiwa
Pemimpin wajib mengetahui potensi-potensi yang ada pada dirinya, mengukuh-kan mana-mana kekuatannya dan menguatkan mana-mana kelemahannya. Dia mesti berusaha bersungguh-sungguh memperkaya pengetahuan amnya serta banyak mempelajari pelbagai topik, pendapat dan fikiran dalam pelbagai lapangan. Dia harus memberi perhatian dengan mengkaji peribadi pemimpin-pemimpin unggul serta mengetahui cara-cara mereka memimpin, sebab-sebab ataupun faktor-faktor kejayaan atau kegagalan mereka.
Memberi perhatian kepada anggota-anggota jemaahnya
Ketua harus dapat menawan keyakinan orang-orang bawahannya supaya dengan itu membolehkannya mudah memanfaatkan potensi-potensi yang ada pada anggota-anggotanya itu untuk kepentingan jemaah. Hal ini hanya boleh berlaku sekiranya ketua benar-benar menunjukkan usaha mahu mengenali anggota-anggotanya dari dekat, mengambil tahu hal-ehwal mereka sama ada yang berbentuk peribadi atau bercorak umum, ikut menyertai mereka dalam mereka gembira dan duka dan berusaha mencari penyelesaian bagi masalah-masalah mereka.
Menjadi teladan yang baik
Para anggota akan senantiasa memerhati dan memandang kepada pemimpin mereka sebagai contoh-contoh baik yang hendak mereka ikut dan contohi. Telatah pemimpin, kecergasannya, budi pekertinya, kata-kata dan segala per-ubahannya adalah mempunyai pengaruh yang amat berkesan ke atas seluruh jemaah. Dengan hal yang demikian, pemimpin mestilah dapat bertindak menjadi teladan yang terpuji.
Pandangan yang tajam
Hadis Rasulullah (saw) menyatakan: "Bahawa Allah suka kepada pandangan yang tajam (kritis) ketika terdapat kekeliruan dan (Allah suka) kepada akal yang matang ketika hawa nafsu menyerang". Seorang ketua haruslah mampu melakukan penyiasatan yang cepat dan tepat dalam sesuatu persoalan dan berkebolehan dalam mengambil keputusan yang tegas dalam berbagai-bagai suasana dan masa kerana faktor ini penting bagi kestabilan jemaah-jemaahnya serta dapat menambahkan keyakinan para anggota kepada pimpinannya. Sikap teragak-agak, kabur, resah dan tidak tegas akan mengakibatkan keadaan kucar-kacir sehingga menyebabkan para anggota bawahan menjadi hilang keyakinan dan seterusnya menyukarkan pengawalan ke atas anggota dan perjalanan pasukan.
Kuat kemahuan
Kemahuan yang kuat merupakan satu rukun penting bagi peribadi ketua, kerana hanya dengan kemahuan yang kuat sahaja memungkinkan ketua sanggup mengharung segala tribulasi dan rintangan serta menyelesaikan segala masalah yang sememangnya mesti dijangkakan berlaku dalam mengendalikan jemaah.
Optimisme
Selaku ketua, barisan pemimpin mempunyai pengaruh yang dalam lagi berkesan ke atas anggota-anggotanya. Jika pemimpin putus asa, maka ia sudah pasti mendedahkan barisan perjuangannya itu kepada kekecewaan dan putus asa. Sebaliknya, jika ia bersikap optimisme, tentulah ini akan menyemarakkan semangat para anggotanya.
EffectivePeople', dalam bukunya yang lain 'Principle Centered Leadership',
menggambarkan delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip, sebagai berikut :
* Terus belajar
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang
tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang
sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga
membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti
pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan
ketrampilan dan minat baru.
* Berorientasi pada pelayanan
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir.
Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan
melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan
untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban Orang
lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual,
pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
* Memancarkan energi positif
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan
dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan
mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi
orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai
juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif
menjadi positif.
* Mempercayai orang lain
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain
mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara
Berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat
saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
* Hidup seimbang
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak
sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat
diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai
diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik,
tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada
diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal
yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
* melihat hidup sebagai sebuah petualangan
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu
sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka
datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak,
inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada
prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi
hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan
yang berkelimpahan.
* Sinergistik
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan.
Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih
baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif.
Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang
memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana
masing-masing pihak hanya memberi dan menerima
sedikit.
* Berlatih untuk memperbarui diri
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian
manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri
secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan
keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
Sekarang.. yakinkah anda sudah dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri
sebelum memimpin orang lain..? Semoga resep di atas dapat pula selalu
mengingatkan kita, memperbaharui pola pikir yang positif..
Ciri-Ciri Pemimpin Yang Berkesan
KEBERKESANAN PEMIMPIN
KEBERKESANAN sesebuah pasukan bergantung kepada sejauh manakah berkesannya ketua melaksanakan tugas dan peranan kepimpinan mereka. Seorang ketua yang berkesan ialah seorang yang peribadinya mencakup segala sifat-sifat kepimpinan yang perlu. Sifat-sifat semulajadi seseorang mungkin boleh membantu memperkembang bakat kepimpinannya, tetapi hanya terbatas pada sesuatu peringkat yang tertentu sahaja. Untuk menyempurnakan watak kepimpinan, haruslah ada potensi-potensi lain dari segi fikiran, ruhaniah, jasmani, keorganisasian, akhlak dan peribadi.
Kebersihan jiwa dan ruhani
Seorang ketua harus senantiasa menyelidik dan memeriksa segala keaiban dan kelemahannya sendiri lalu memper-baikinya. Dia mesti senantiasa merasakan betapa berat amanah yang dipikulnya tetapi berkeyakinan mesti mampu melak-sanakannya.
Kebersihan jiwa dan ruhani diperolehi dengan keikhlasan tujuan bagi segala perbuatan semata-mata untuk Allah; melakukan hanya amalan-amalan yang suci dan baik pada pandangan agama; senantiasa mengingat Allah, memikirkan tentang mati, tentang kubur dan tentang syurga dan neraka; memperbaiki ibadah; mem-banyakkan amalan-amalan sunnah dan tidak meninggalkan sembahyang-sembahyang malam atau qiyamul lail, misalnya tahajjud.
Kuat dan sihat tubuh badan
Orang yang lemah tentulah tidak cerdas dan cergas dalam melaksanakan tugas yang mencabar. Oleh yang demikian, seorang ketua tidak boleh sekali-kali mengabaikan keadaan kesihatannya. Lagi pun, orang mukmin yang gagah adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.
Memiliki keupayaan mental dan fikiran
Keadaan dunia hari ini yang semakin rencam dengan berbagai ragam idea, ideologi dan kebudayaan memerlukan pemimpin membangunkan keupayaan mental dan fikirannya bagi memboleh-kannya menghadapi sebarang kemungkinan dan cabaran. Akalnya perlu diperkembang-kan dengan bahan-bahan yang berbagai rupa supaya menjadi lebih subur, matang dan mantap. Untuk ini seorang ketua mesti banyak membaca dan bahan-bahan bacaannya harus meluas. Pemimpin yang tidak mengikuti perkembangan dan peristiwa kehidupan dan politik saban hari, tidak akan dapat memikul segala tanggungjawab dan tidak dapat memimpin pasukannya dengan pimpinan yang sedar lagi bijaksana.
CIRI-CIRI KHAS KEPIMPINAN
Selain dari membangunkan sifat-sifat peribadi di atas, mereka yang memainkan peranan sebagai ketua perlu juga memiliki ciri-ciri yang berikut:
Mengenal jemaahnya
Selain daripada tekun melaksanakan kegiatan-kegiatannya, ketua harus juga memerhatikan tindak-tanduknya itu dengan teliti dan jujur. Dia juga harus tahu berkenaan situasi-situasi fikiran dan organisasinya. Dia harus mengenali pendapat-pendapat para anggotanya dan memahami masalah-masalah mereka.
Mengenali jiwa
Pemimpin wajib mengetahui potensi-potensi yang ada pada dirinya, mengukuh-kan mana-mana kekuatannya dan menguatkan mana-mana kelemahannya. Dia mesti berusaha bersungguh-sungguh memperkaya pengetahuan amnya serta banyak mempelajari pelbagai topik, pendapat dan fikiran dalam pelbagai lapangan. Dia harus memberi perhatian dengan mengkaji peribadi pemimpin-pemimpin unggul serta mengetahui cara-cara mereka memimpin, sebab-sebab ataupun faktor-faktor kejayaan atau kegagalan mereka.
Memberi perhatian kepada anggota-anggota jemaahnya
Ketua harus dapat menawan keyakinan orang-orang bawahannya supaya dengan itu membolehkannya mudah memanfaatkan potensi-potensi yang ada pada anggota-anggotanya itu untuk kepentingan jemaah. Hal ini hanya boleh berlaku sekiranya ketua benar-benar menunjukkan usaha mahu mengenali anggota-anggotanya dari dekat, mengambil tahu hal-ehwal mereka sama ada yang berbentuk peribadi atau bercorak umum, ikut menyertai mereka dalam mereka gembira dan duka dan berusaha mencari penyelesaian bagi masalah-masalah mereka.
Menjadi teladan yang baik
Para anggota akan senantiasa memerhati dan memandang kepada pemimpin mereka sebagai contoh-contoh baik yang hendak mereka ikut dan contohi. Telatah pemimpin, kecergasannya, budi pekertinya, kata-kata dan segala per-ubahannya adalah mempunyai pengaruh yang amat berkesan ke atas seluruh jemaah. Dengan hal yang demikian, pemimpin mestilah dapat bertindak menjadi teladan yang terpuji.
Pandangan yang tajam
Hadis Rasulullah (saw) menyatakan: "Bahawa Allah suka kepada pandangan yang tajam (kritis) ketika terdapat kekeliruan dan (Allah suka) kepada akal yang matang ketika hawa nafsu menyerang". Seorang ketua haruslah mampu melakukan penyiasatan yang cepat dan tepat dalam sesuatu persoalan dan berkebolehan dalam mengambil keputusan yang tegas dalam berbagai-bagai suasana dan masa kerana faktor ini penting bagi kestabilan jemaah-jemaahnya serta dapat menambahkan keyakinan para anggota kepada pimpinannya. Sikap teragak-agak, kabur, resah dan tidak tegas akan mengakibatkan keadaan kucar-kacir sehingga menyebabkan para anggota bawahan menjadi hilang keyakinan dan seterusnya menyukarkan pengawalan ke atas anggota dan perjalanan pasukan.
Kuat kemahuan
Kemahuan yang kuat merupakan satu rukun penting bagi peribadi ketua, kerana hanya dengan kemahuan yang kuat sahaja memungkinkan ketua sanggup mengharung segala tribulasi dan rintangan serta menyelesaikan segala masalah yang sememangnya mesti dijangkakan berlaku dalam mengendalikan jemaah.
Optimisme
Selaku ketua, barisan pemimpin mempunyai pengaruh yang dalam lagi berkesan ke atas anggota-anggotanya. Jika pemimpin putus asa, maka ia sudah pasti mendedahkan barisan perjuangannya itu kepada kekecewaan dan putus asa. Sebaliknya, jika ia bersikap optimisme, tentulah ini akan menyemarakkan semangat para anggotanya.
Rabu, 12 Januari 2011
Kelebihan dan khasiat lebah madu
Al Quran sebagai mukjizat diakui banyak membongkar rahsia-rahsia saintifik jauh lebih awal daripada “scientific findings” daripada experiment yang dilakukan para saintis moden. Antara mukjizat al Quran yang baru dapat dibuktikan oleh para pakar adalah tentang khasiat MADU LEBAH. Khasiat madu lebah telah disebutkan dalam Al-Quran, surat An Nahl ayat 68-69 di mana Allah berfirman:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah; “…kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat PENAWAR yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda bagi orang yang memikirkan”
Dalam ayat ini secara jelas disebutkan bahawa madu adalah ubat atau penawar yang dapat menyembuhkan pelbagai penyakit yang dihadapi oleh manusia. Madu dari sudut saintifiknya mengandungi glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandungi vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualiti madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsikan oleh lebah. Di samping itu, dalam madu juga terdapat tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon. Antara penemuan saintifik tentang khasiat madu dapat disimpulkan seperti dibawah:
1. Kaya bahan anti oksidan yang menghalang free radicals daripada bertindak ke atas sel-sel yang boleh menyebabkan kanser (BBC, University of Zagreb, Croatia);
2. Antara sumber tenaga asli bagi tubuh yang terbaik e.g. Meningkatkan kekuatan otot dan stamina badan (British Honey Importers and Packers Association)
3. Pembunuh kuman daripada jenis bacteria, fungus dan protozoa (University of Waikato, New Zealand);
4. Mampu menyembuh ulser dan luka dengan lebih cepat dan berkesan (University of Waikato, New Zealand);
5. Boleh merawat penyakit mata (Fotidar MR, Fotidar SN);
6. Mampu menjadi antibiotic yang lebih berkesan (University of Cardiff, Wales).
Minumlah madu lebah!
A) MENGEMBALIKAN KEKUATAN TUBUH
1. Memulih. menyegar dan menambah tenaga tubuh badan.
2. Memulihkan sel-sel urat besar.
3. Menjaga dan mengimbangi kekuatan badan.
4. Merangsang tenaga batin.
B) MEMBERSIH DAN MENAMBAH DARAH.
1. Memulihkan kembali bekuan darah dan membetulkan pengaliran darah.
2. Membersihkan lapisan darah dan darah menjadi bersih.
3. Mengimbangi kandungan lemak dan membuat janlung aktif.
4. Menghilangkan rasa kebas-kebas dan mengurangkan tekanan darah tinggi.
1. BAYI/KANAK-KANAK:
a) Membantu pertumbuhan janin dan bayi dari segi fizikal dan mental.
b) Menyembuh dengan segera cirit-birit.
c) Mengelak daripada cacing perosak dalam perut.
d) Mengeluarkan lendir dalam badan bayi dan menguatkan minda kanak-kanak.
2. REMAJA:
Membantu menyempurnakan kesihatan berkekalan.
3. WANITA:
a) Menambah kejelitaan rupa paras yang asli dan tubuh badan yang menarik.
b) Mempunyai kulit yang halus, bersih dan berseri-seri.
4. LELAKI:
a) Tampan dengan kekuatan asli dan kelihatan lebih muda.
b) Menguatkan tenaga batin.
5. PENGIDAP KENCING MANIS (DIABETIS):
Menstabilkan kandungan gula dala darah. (Gantikan gula kepada madu lebah)
6. UNTUK SEMUA:
a) Mengelak dari kegemukan yang tidak terkawal.
b) Memudahkan proses penghadapan dan lawas buang air.
c) Memulihkan penyakit berpanjangan.
d) Menguatkan jantung, buah pinggang dan badan.
e) Menyembuhkan penyakit dalam perut.
f) Mempercepatkan luka atau kesan pembedahan sembuh.
g) Memulihkan batuk dan lelah.
h) Menghindarkan badan letih dan lesu.
i) Kurangkan kesakitan bila datang haid.
j) Baik untuk perempuan bersalin.
k) Membantu/menerangkan pemandangan.
7. IBU MENGANDUNG
1. Menambahkan tenaga untuk ketahanan diri semasa mengandung
dan semasa menghadapi saat kelahiran cahaya mata.
2. Mencegah dari berbagai penyakit seperti kencing manis, darah tinggi,
kencing kotor, batuk selsema, lelah dan lain-lain.
8. ANAK DALAM KANDUNGAN
1. Mencegah dari pelbagai penyakit kerana kandungan antibiotik dalam
madu dapat membunuh kuman-kuman.
2. Kandungan zat galian dalam madu boleh membantu membina dan
menguatkan janin.
3. Kulit yang bersih dan sihat dengan terdapatnya vitamin C yang penuh
kuasa dalam madu asli.
4. Membantu secara khusus pertumbuhan fizikal dan mental janin.
5. Penyakit Hepatitis B yang biasa menyerang bayi dapat dihindar dengan amalan madu oleh para ibu yang mengandung.
9. BAGI BAYI YANG BARU LAHIR
1. Meneruskan pemberian madu asli pada bayi yang baru lahir dapat
mengeluarkan secara positif lendir yang mungkin terminum semasa
bayi itu dilahirkan yang merupakan punca lelah jika tidak habis dikeluarkan.
2. Membersihkan perut bayi dari najis gagak yang menyelaputi dinding
perut. Proses penghadaman dapat berjalan dengan sempurna menghindar dari sakit perut.
3. Bayi membesar dengan sempurna dan sihat.
4. Mengelak dari kembung perut bayi.
10. BAGI IBU SELEPAS MELAHIRKAN ANAK
1. Amalkan madu bersama jamu dan telur untuk membina darah serta
mempercepatkan proses penyembuhan luka dalam perul atau rahim.
2. Membantu proses penghadaman dan lawas buang air.
CARA MENGGUNAKANNYA
1. Tukar atau kurangkan penggunaan gula kepada madu dalam penyediaan minuman harian.
2. Campurkan sedikit madu ke dalam air suam sebagai minuman.
3. Campurkan madu di dalam segala persediaan membuat kuih/masakan. Keharuman madu akan menawan selera anda.
4. Jika batuk atau lelah, minum satu atau dua sudu madu. Jangan dicampur dengan ais. (Berhati-hati jangan tersedak)
5. Untuk memulihkan tenaga, campurkan telur ayam kampung dengan sedikit madu. Dikacau kemudian diminum.
6. Campurkan sedikit madu ke dalam minuman kanak-kanak, kanak-kanak akan lena dengan nyenyak.
7. Minumlah sesudu besar madu bersama segelas air suam setiap pagi untuk kesegaran sepanjang hari.
8. Penyakit mata, Titiskan sedikit madu pada mata.
9. Sapu pada kesan gigitan atau sengatan serangga berbisa.
“MIRACLE ANTIBI0TIK”
SAPULAH MADU HUTAN ASLI JIKA ANDA
a) Kemalangan ke atas luka; memberhentikan darah dengan segera
dan luka terlindung dari kuman.
b) Kelecuran akibat api, air panas, ekzos motor, minyak panas dan
lain-lain.
c) Kudis, kurap dan lain-lain penyakit KULIT.
d) Sakit mata – Titiskan madu lebah dalam mata.
MENAMBAHKAN KELAZATAN MAKANAN
a) Makan bersama roti / biskut.
b) Bahan membuat kuih / kek.
c) Goreng atau panggang ayam.
Kesimpulannya, Al Quran adalah suatu mukjizat yang akan terus membongkar hakikat di sebalik pencipta di alam cakerawala ini. Ini juga menyingkap betapa segala penciptaan yang wujud di bumi ini diciptakan oleh ALLAH dengan fungsinya yang tersendiri. Tiada satupun objek atau kejadian yang dicipta secara sia-sia. Walaubagaimanapun hanya orang-orang yang berfikir dapat memahami rahsia di sebalik penciptaan yang pelbagai sebagaimana yang difirmankan oleh Allah:
“Dan mereka-mereka (yang beriman) sentiasa mengingati Allah sama ada dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring. Dan mereka yang berfikir tentang segala penciptaaNya sama ada di langit-langit ataupun di bumi. Mereka berdoa: Wahai Tuhan kami, tidak satupun (objek & kejadian di langit dan Di bumi) yang Engkau ciptakan secara sia-sia. Maha Suci Engkau, selamatkan kami dari NERAKA”. (Surah Ali Imran: 191).Perhatian:
Jangan disimpan dalam peti sejuk.
elakkan dari memakan madu bersama tembikai.
elakkan dari terkena pancaran cahaya matahari.
jauhkan dari litar elektrik.
kurangkan pendedahan kepada unsur logam dan haba.
jangan gunakan madu untuk rawatan penyakit kronik tanpa nasihat pakar
Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.
“Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram” (QS. At Taubah: 36)
Kata Muharram artinya “dilarang”. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bilan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya.
Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula.
Pada bulan ini tepatnya, tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah SAW menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah SWT.
Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah jadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: “Dari Ibu Abbas ra, bahwa Nabi SAW, ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah SWT. Rasulullah SAW, berkata, “Saya lebih berhak mengikuti Musa as. Daripada mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa”. (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)
Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah SAW. Memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.
Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan.
1. Berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
2. Berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11 Muharram.
3. Puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para sahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim)
Landasan puasa pada tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram.
Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.
Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muhaaram.
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk bermuhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi.
Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah SAW dan sahabatnya dari Mekkah ke Madinah. Dari Abu Qatada ra. Rasulullah ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau bersabda: “Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat.” (HR. Muslim)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18)
Langganan:
Postingan (Atom)